Siska Ella Novita

Sharing Pengalaman Training di Malaysia
DAPAT BANYAK ILMU,
PUNYA PENGALAMAN BARU,
JUGA FASILITAS DAN UANG SAKU

SISKA ELLA NOVITA (21),  satu dari  tiga mahasiswa D3 Perhotelan Akpar Majapahit (Akreditasi A) yang sedang menjalani training di Grand  Paragon Johor Bahru, Malaysia.  Berikut, sharing pengalaman disajikan dengan gaya bertutur:

“Sekarang  baru satu bulan menjalani training.  Saya akan menjalani training  selama  enam bulan.  Di sini saya merasa senang.  Pokoknya  happy  banget, ”  tutur  Siska, memulai cerita  lewat WhatsApp, Kamis (26/12/2019) lalu.  
Dari dulu saya  memang  suka  suasana baru. Tinggal di lingkungan baru, mengenal dan berinteraksi dengan orang-orang baru, sekaligus  bisa membangun relasi baru dan mendapat pengalaman baru yang lebih seru.
Karena itu, ketika  ada tawaran training  di Malaysia, saya excited  banget. Gak pakai mikir dua kali, kesempatan itu tidak saya sia-siakan. Langsung  daftar untuk ikut.   
Di sini, (maksudnya di tempat menjalani training)  banyak sekali orang dari  luar Malaysia. Ada dari Nepal, India, Myanmar dan lain-lain. Kita jadi satu dan saling belajar memahami. Senang banget bisa mengenal orang-orang baru. Semuanya baik dan saling peduli.
Kebetulan saya  bersama Melvin (juga mahasiswa Apar Majapahit) di tempatkan di main kitchen asian.  Sementara teman saya yang satunya,  Yusuf training di kitchen pastry. Kapten saya di main kitchen langsung executive chef yang sehari-hari bekerja dengan Chef de Partie.
Soal disiplin tidak ada tawar menawar.  Kita harus sudah berada di kitchen 15 menit sebelum aktivitas dimulai.  Hostel tempat saya menginap jaraknya dekat dengan hotel.  Bisa ditempuh dengan jalan kaki sekitar 1 menit.
Begitu juga dengan tugas yang didelegasikan,  kita harus tanggap dan segera mengerjakan. Sebab, chef de Partie kalau memberi perintah tidak akan mengulangi dua kali. Makanya kita  harus serius dan fokus.  Awal-awalnya saya menjalani training, sering kena marah atau lebih tepatnya kena teguran.
Saya mengamati, kenapa dia marah?  Pasti ada sebabnya.  Lama-lama saya paham bagaimana seharusnya bersikap. Misalnya, saya dimarahin Chef de Partie  saya langsung menyibukkan diri. Bila execituve chef marah, saya  minta maaf dan bergegas mengerjakan tugas.
Setiap tugas saya catat. Misalnya, bagaimana membuat nasi briani, bagaimana membuat sambalnya dan makanan-makanan lainnya. Saya catat resep-resepnya. Dengan demikian ketika ada order saya bisa langsung mengerjakan.
Saran saya, training di luar negeri dijadikan program wajib dari kampus. Tidak rugi training di luar negeri karena banyak sekali ilmu dan pengalaman yang kita dapat.  Fasilitas yang kita dapat juga sangat banyak.
Tempat tinggal gratis di hostel,  makan di hotel 3 kali sehari,   dapat hak cuti 7 kali dalam 6 bulan, gratis berobat ke dokter dan kita dapat uang saku selama training sebesar  500 ringgit per bulan (sekitar Rp 1,6 juta).
Nah, Anda juga berpeluang mengikuti jelak Siska dan beberapa mahasiswa  sebelumnya untuk menjalani training di hotel berbintang di Malaysia.  Berminat? Hubungi  0822 3414 4243 (Chef Yuda) dan  0822 3322 2332 (Chef Yenata). //bahar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tristar Group Ekspansi ke Tulungagung, Buka Program Studi Hospitality (Hotel Operations) dan Sekolah Kapal Pesiar